Member of Federasi Olah Raga Karate-Do Indonesia
SINCE 1967
MEMORIES :

MENU
Silahkan klik pada tombol menu yang diinginkan:

curriculum
organization
forki
karate coach
event
black belt
merchandise
article
article










Basic (KIHON) pada saat ujian kwartal di DKI 2004


















Kirimkan berita, pengumuman dan acara yang akan dan telah berlangsung di daerah anda ke email redaksi.











PERGURUAN DALAM MEDIA (FLASHBACK)


SINAR HARAPAN` SELASA, 27 JULI 1982

PERGURUAN KARATE / SENI BELADIRI JANGAN DIUKUR DARI PRESTASI OLAH RAGA SAJA
Oleh : Nardi T.Nirwanto S.A

(Tulisan ini ingin menekankan pandangan Perguruan sejak semula bahwa Perguruan Karate tidak seharusnya terfokus hanya dalam membentuk satu - dua orang Juara dalam pertandingan,tetapi lebih utama adalah membina Warga yang jumlahnya jauh lebih banyak menjadi Pribadi yang bersikap mental terpuji.Memiliki Seorang Juara jangan dijadikan tujuan akhir.Prestasi sesungguhnya ialah menghasilkan Pribadi yang perkasa tetapi rendah hati dan berbudi luhur.)

Makin maju teknologi manusia,makin berkembang berbagai jenis kegiatan olah raga yang menuju pada pembentukan kesehatan jasmani untuk menunjang hidup yang lebih baik. Adalah aneh kalau orang mengatakan bahwa dengan tumbuhnya peradaban dan teknologi menyebabkan olah raga tak berarti dan dikesampingkan.Yang benar adalah,makin tinggi perkembangan peradaban dan teknologi manusia,kegiatan olah raga menjadi makin luas dan makin penting.

Berolah raga sekedar demi kesehatan jasmani tidak perlu diukur dengan besar beaya yang dikeluarkan bagi kegiatan itu.Ada bermacam macam olah raga yang hanya bisa dilakukan apabila didukung beaya yang besar serta peralatan yang mahal,tapi sebaliknya lebih banyak lagi jenis olah raga yang hamper tidak membutuhkan beaya ekstra tetapi memberi hasil kesehatan jasmani yang nyata,bahkan mungkin lebih baik.

Adalah tepat dan perlu dikembangkan anjuran Presiden Soeharto untuk - Memasyarakatkan olah raga dan mengolahragakan masyarakat - kepada bangsa kita yang besar ini,menyadari bahwa olah raga adalah penunjang hidup sehat apabila didukung makanan bergizi yang bisa diperoleh setiap hari. Memang diperlukan waktu yang lama untuk ini,tetapi jalan telah nyata dirintis dan diusahakan.Hasilnya pasti tampak. Manusia yang setiap hari masih harus bergelut untuk sesuap nasi akan sulit diajak memikirkan kegunaan olah raga apalagi melakukannya. Di negara yang sudah maju dimana kemakmuran telah merata,disitu pulalah olah raga berbagai berbagai jenis mencapai kemajuan,baik dalam jumlah maupun orestasi yang dicapai melalui pertandingan dan masyarakatpun secara luas menyadari betapa pentingnyaolah raga demi kesehatan jasmani dan rohani dalam menunjang hidup sehari hari yang lebih bergairah.

Olah Raga Khusus
Apabila hanya sekedar untuk menjaga kesehatan jasmani yang disesuaikan dengan kemampuan yang sanggup dipenuhi disamping keadaan usia serta lingkungan,maka pilihlah olah raga yang paling murah dan bisa dilakukan dimana saja. Umpama,lari pagi,senam pagi ataupun lari ditempat apabila keadaan tidak memungkinkan untuk mendapatkan tempat yang lebih leluasa dan sesuai.
Olah raga yang sederhana dan tidak mengeluarkan beaya besar jangan dianggap kalah nilainya dengan jenis lain yang membutuhkan perlengkapan,beaya serta waktu dan tempat yang khusus.Olah raga yang baik dan bermanfaat demi kesehatan jasmani ialah,apabila semua fungsi organ tubuh dapat diaktifkan alam batas kemampuan sesuai dengan kondisinya.Sebaliknya olah raga khusus memerlukan pengeluaran khusus pula disamping sebagai hobby yang dilakukan karena keadaan ekonomi yang memungkinkan, sering juga disebabkan demi prestise ataupun demi prestasi mungkin juga demi gengsi. Olah raga demi prestise sering dilakukan dalam keadaan santai sedangkan olah raga untuk prestasi membutuhkan lebih banyak konsentrasi dan usaha keras karena tujuannya benar benar untuk mencapai prestasi. Olah raga demi gengsi lebih bersifat pamer diri. Di dunia barat umumnya,olah raga untuk prestasi sekaligus digunakan untuk membina karier hidupnya dan dihayati benar benar,karena bisa dimanfaatkan untuk menunjang masa depan yang baik sedangkan di negara kita masih jauh dari harapan dan kemungkinan.
Olah raga professional lebih menonjol dan menggairahkan daripada olah raga yang bersifat amatir.Ini memang sesuai dengan cara hidup mereka disana.
Bagaimana di Indonesia?

Bagi mereka yang sengaja menerjunkan diri dalam kelompok olah raga khusus ini, apapun tujuannya tidak pernah memperhitungkan beaya yang dikeluarkan walaupun cukup tinggi karena memang dalam kemampuannya dan tidak merugikan pihak lain.Tujuan bukan hanya sekedar kesehatan jasmaninya tetapi seperti disebutkan diatas, ada tujuan tertentu dibaliknya yang tidak perlu diikuti oleh mereka yang hanya sekedar untuk berolah raga.

Gerak Badan
Sebenarnya istilag - gerak badan - lebih tepat apabila tujuannya untuk kesegaran jasmani saja.Kata olah raga mempunyai jangkauan dan hubungan serta kaitannya yang lebih luas daripada hanya sekedar untuk tujuan kesehatan jasmani. Sebagian diantara masyarakat tidak bisa menjangkau jenis olah raga khusus walaupun bakat ,kemampuan fisik serta ketrampilannya memenuhi syarat karena masih ada factor lain yang menentukan,yaitu pembeayaan yang diluar jangkauannya. Istilah mamasyarakatkan olah raga dan mengolahragakan masyarakat berkaitan erat dengan kemampuan masyarakat pada umumnya,tidak termasuk olah raga khusus yang hanya bisa dilakukan oleh orang orang tertentu saja karena tujuan utama dari anjuran ini adalah: kesehatan jasmani sebagai salah satu unsur ketahanan nasional dalam arti yang cukup luas.Soal prestasi pertandingan adalah persoalan khusus yang ditangani secara khusus pula oleh yang bersangkutan maupun atas bantuan dan perhatian Pemerintah.

Olahraga khusus sering lebih mengarah pada usaha mencari nama dalam arti yang baik untuk diri pribadi disamping untuk Negara yang bersangkutan apabila jangkauannya sudah antar bangsa.

Karate dan seni bela diri
Diharapkan tentunya tiap Perguruan / Organisasi seni beladiri tidak hanya mengarahkan pembinaan terhadap warganya semata mata demi prestasi pertandingan saja. Kalau demikian itu tujuannya,maka arti seni beladiri akan dinomor duakan dan pengejaran prestasi yang diutamakan.
Hal ini akan menimbulkan banyak segi negatifnya dalam kelanjutan perkembangan seni beladiri. Suatu Perguruan seni beladiri yang beranggotakan beribu ribu warga akan sudah merasa puas dan bangga apabila salah seorang warganya sempat meraih juara nasional apalagi internasional sekiranya perguruan itu hanya mengarahkan pembinaannya sekedar mencapai prestasi pertandingan.
Bangga adalah layak tapi `puas` belum pada tempatnya. Bagaimana dengan beribu ribu warganya yang lain. Sudahkah mereka memperoleh pembinaan yang sesui dengan arti seni beladiri yang sebenarnya yaitu;kuat fisik - mental,keseimbangan jasmani dan rohani sehingga terbentuk manusia yang berkepribadian, tahan uji,tabah dan tangguh.Ataukah perguruan hanya memfokuskan diri pada beberapa orang yang sekiranya bisa dibina untuk mencapai prestasi pertandingan saja sehingga bagian yang terbesar, hanya dianggap sebagai pelengkap dan massa pendukungnya saja.
Adalah penting untuk diperhatikan bahwa bagian terbesar dari warga suatu perguruan terdiri dari orang orang yang menuntut ilmu bukan untuk mengikuti suatu kejuaraan apalagi mencita citakan untuk jadi juara.

Pertandingan seni beladiri adalah bentuk olah raganya sesuai tuntutan perkembangan jaman dimana segala sesuatu diarahkan pada bentuk pertandingan,macam ragam olahraga apapun. Hal ini disebabkan karena manusia awam gemar akan berbagai pertandingan dan pada seni beladiri lebih mudah menikmati sesuatu yang sudah di - olah raga - kan daripada masih merupakan bahan bakunya.Lagi pula,manusia modern selalu menfaatkan segala sesuatu yang bisa menghasilkan keuntungan.

Prestasi & nilai nilai seni bela diri
Kegiatan yang mengarah kepada prestasi pertandingan dari suatu perguruan seharusnya hanyalah merupakan sebagian saja dari seluruh kegiatan perguruan itu dalam membina warganya.Prosentase yang kecil dari mereka yang berminat untuk terjun dalam suatu kejuaraan jangan sampai menjadi pusat perhatian khusus, sehingga arti seni beladiri menjadfi kabur dan pengejaran peningkatan prestasi pertandingan mengebu ngebu,menghalalkan segala cara walaupun akan meruntuhkan martabat dan arti yang dalam dari tujuan semula.

Kalau hal demikian ini terjadi, perkembangan yang sehat sukar dicapai dan arah tujuan yang baik menjadi lentur dan dangkal. Kompetisi untuk menghasilkan manusia yang berguna bagio sesamanya beralih dan tujuan menghasilkan manusia berprestasi pertandingan yang hanya diperlukan untuk tujuan jangka pendek. Keadaan ini akan merusak nilai nilai arti seni beladiri yang sebenarnya. Mementingkan satu arah saja tanpa tanpa memikirkan akibat akibat yang timbul akan meredupkan perkembangannya di masa depan. Beberapa seni beladiri pada masa lampau terlalu mengarah pada pengejaran prestasi pertandingan.Akibatnya kepopulerannya makin lama makin susut di masyarakat luas dan kehilangan kepercayaan pihak umum sebagai seni beladiri.

Prestasi pertandingan memang diperlukan untuk lebih manggairahkan masyarakat penggemarnya. Tetapi yang lebih perlu lagi adalah;prestasi dalam membina manusia tangguh berbudi luhur dan kuat rasa percaya pada diri sendiri sehingga perguruan menghasilkan orang orang yang merupakan RAGI ditengah tengah masyarakat luas. Memang menghasilkan orang orang seperti ini kurang menggelegar dan tidak spektakuler disbanding menghasilkan manusia berprestasi pertandingan. Tapi jika dinilai lebih dalam lagi maka sumbangannya bagi masyarakat luas dalam jangka panjang, akan terlihat manfaatnya akibat tujuan perguruan yang sejati sempat dilaksanmakan dengan sungguh sungguh dan penuh rasa tanggung jawab. Segala sesuatu yang diperoleh warga dari suatu perguruan yang baik dan dirasakan sangat besar manfaatnya dan membina kehidupan dan pergaulan luas, akan dijadikan contoh bagi keluarganya dan juga masyarakat di sekitarnya. Tentu saja penyimpangan penyimpangan bisa terjadi dari satu - dua orang.Karena kebaikan bukanlah suatu yang abadi. Perubahan mental karakter manusia bisa sewaktu waktu berubah mungkin karena pengaruh lingkungan atau keadaan. Bagaimanapun juga yang baik pasti lebih banyak dari yang merugikan.

Prestasi pertandingan,untuk siapa?

Dalam satu kelompok manusia yang terkecilpun terdapat keinginan dan hasrat yang berbeda beda apalagi da;lam kumpulan jumlah yang besar. Demikian juga, dalam suatu perguruan seni beladiri, tujuan dan keinginan warga bisa bermaxam macam. Sebagian belajar seni beladiri sekedar untuk bisa berolahraga secara tertib dan teratur. Sebagian merasa senang bisa berkumpul dan berkenalan dengan sesamanya demi menunjang pergaulan yang sehat dan memperkaya persahabatan. Tidak sedikit dari mereka yang mendalami seni beladiri untuk dikuasainya sebagai alat bela diri sesungguhnya, agar pada saat diperlukan , siap fisik maupun mental tanpa terlintas sedikitpun dalam pikirannya untuk mencapai prestasi pertandingan. Bagi dirinya menghayati seni beladiri adalah khusus untuk membina pribadinya dan menyimpannya sebagai milik diri sendiri, untuk kepuasan pribadi. Tidak sedikit pula dari mereka ini karena sekedar mengikuti mode.
Sebagian lagi, biasanya jumlah terkecil, mengarahkan diri untuk mengejar dan menyalurkan dorongan kuat yang ada dalam hatinya untuk bisa tampil dan mencapai prestasi pertandingan. Untuk golongan inilah pertandingan dalam suatu perguruan seni beladiri diperlukan, agar semua hasrat dan keinginan yang tumbuh di antara warga perguruan bisa tersalurkan sesuai keinginan yang sehat dan menambah gairah bagi warga yang bersangkutan.
Akan timbul juga rasa kebanggaan perguruan dan warganya apabila prestasi tinggi bisa dicapai.Pertandingan adalah kegiatan berkala bukan merupakan tujuan dan kegiatan sehari hari.
Hal lain yang bisa dicapai dari suatu pertandingan umum adalah;agar seni beladiri,khususnya karate, bisa dikenal lebih luas oleh masyarakat penggemarnya untuk menghilangkan anggapan dan kesan yang berlebih lebihan terhadap seni beladiri,antara lain:perguruan seni beladiri (karate) tertutup,angker dan banyak hal hal yang bersifat rahasia,hanya untuk kelompok orang orang tertentu saja dan lain lain anggapan yang semuanya itu tidak benar.

Sudah bukan jamannya lagi apabila kesan yang demikian itu dibiarkan tumbuh didalam hati sanubari masyarakat awam.Seharusnya dibenahi dan diluruskan melalui penjelasan penjelasan dan bukti bukti yang terus menerus. Salah satu cara ialah melalui pertandingan itu tadi.
Perguruan seni beladiri masa kini bersifat terbuka. Semua orang boleh dan bisa mempelajarinya asal dibekali sedikit bakat,kemauan keras,ketekunan dan kesungguhan serta kondisi fisik yang memungkinkan dan diikuti keinginan yang tumbuh dari hatinya sendiri tanpa paksaan pihak lain.
Jumlah warga yang berhasrat dan berkemampuan untuk terjun dalam pertandingan adalah terbatas karena kemampuan untuk ini harus ditunjang keadaan nyata, antara lain :memiliki kondisi fisik mental yang siap,ketrampilan yang cukup sebagaimana dituntut bagi orang orang yang akanmenerjunkan diri dalam suatu pertandinan.Hal ini adalah mutlak penting. Golongan ini selektif sekali khususnya untuk pertandingan pertandingan besar.

Beda dulu dan kini
Sifat dan tujuan pertandingan seni beladiri pada jaman lampau berbeda dengan keadaan sekarang. Dahulu,penekanan tujuan dan arah pertandingan demi rasa superioritas,dendam,gengsi,penaklukan yang satu terhadap yang lain dan penguaaan yang satu terhadap lawannya denganmaksud untuk bisa mendominir pihak lain untuk berada dibawah kekuasaan dan pengaruhnya. ( Sekarang : Lihat Jet Li dalam `Fearless`).
Pertandingan pada jaman modern ini benar benar bersifat olah raga belaka,terbukti dengan dibatasinya oleh sekian banyak peraturan dan ketentuan untuk mencegah terjadinya hal hal yang tidak diinginkan. Dihalanginya kekasaran yang menjurus pada sikap permusuhan, balas dendam dan kemungkinan kemungkinan negatif lainnya. Pertandingan masa kini diarahkan pada tujuan untuk mengikat tali persaudaraan sekaligus meningkatkan prestasi pertandingan yang bersifat olah raga itu tadi sebagai kepuasan pribadi menjunjung nama perguruan atau Negara yang diwakilinya dalam kegiatan internasional.

Harus dibedakan antara seni beladiri yang di - olahraga - kan dan bukan olah raga yang dianggap sebagai seni beladiri. Seni beladiri adalah - seni keprajuritan - seni keperkasaan.
Sedangkan bentuk olah raganya lebih bersifat latihan keprajuritan yang bisa ditonton. Pengertian antara seni beladiri dan seni beladiri yang di - olah raga - kan harus diberi batas yang jelas dan tidak bisa dikaburkan begitu saja.

Usaha mencapai prestasi olah raga hanya merupakan bagian dari seluruh kegiatan pembinaan mental dan fisik dalam satu perguruan seni beladiri, bukan sebaliknya. Perguruan seni beladiri tidak bisa disamakan dan dituntut seperti oerganisasi kegiatan olah raga paa umumnya.

Karate dan prestasi olah raga
Sebagai kesimpulan, dalam suatu perguruan karate, kegiatan pembinaan yang terarah dan bertanggung jawab dalam membentuk manusia karateka baik;tidak boleh terhalang apalagi terhenti hanya karena pencurahan sepihak demi mengejar prestasi pertandingan, sehingga pertandingan dijadikan umpan untuk menarik warga baru.
Tanpa diadakan pertandingan pembinaan yang selaras dengan tujuan yang sejati dari seni beladiri harus tetap berjalan sehingga kepentingan bagian terbesar warga tetap memperoleh perhatian penuh. Karate sebagai salah satu dari sekian banyak seni beladiri memerlukan kesungguhan dan perhatian penuh dalam penanganannnya tidak bisa sambil lalu.
Titik berat pembinaan karate terhadap para karatekanya adalah prestasi sikap mental manusia bukan sekedar prestasi olah raganya.Makan sebaiknya karate dan seni beladiri yang lain jangan dimasalkan sekedar untuk memenuhi anjuran - Memasyarakatkan olah raga dan mengolahragakan masyarakat,kalau memang kita ingin berpijak pada landasan yang benar. Akibat pemasalan ini, sering pula jumlah warga yang dibinanya, mutu pembinaan yang diada adakan sekedar untuk mengimbangi jumlah yang dibina dengan komposisi yang pincang mengakibatkan terbentuknya karateka imitasi.
Karateka,tanpa jiwa karate
Gemblengan fissik - mental yang merupakan factor utama terabaikan dan peningkatan mutu sikap mental sukar dipertanggung jawabkan.
Sebagai akibatnya akan terbentuk karateka tanpa jiwa karate dan karateka yang tidak memahami apa artinya karate itu dan seni beladiri umumnya.
Dalam jangka pendek kejanggalan yang timbul memang belum terasa,tapi di masa jauh mendatang, seni beladiri akan terasa makin hambar.Bisa saja dalam segi prestasi olah raga dicapai sasaran seperti yang diharapkan, tapi ini bukan tujuan utama dan akhir suatu perguruan seni beladiri.
Mengolahragakan seni beladiri memang mungkin untuk konsumsi masyarakat umum tetapi jangan sampai terjadi bahwa tujuan perguruan seni beladiri berbelok arah semata mata untuk mengejar prestasi pertandingan seperti di bidang olah raga lain. Belajar seni beladiri dengan sendirinya sudah langsung melakukan olah raga tetapi sebaliknya, mengejar prestasi olah rdalam seni beladiri bisa mengakibatkan penyimpangan yang makin lama makin menjauh dari jalur yang semestinya.

Marilah kita tentunkan sikap yang tegas mulai sekarang khususnya bagi para Pembina kalau kelestarian seni beladiri ingin dipertahankan untuk masa masa jauh kedepan.*

Media Cetak Lainnya.....
Dua Karateka senior berlari mengantar mobil bapak Widjojo Sujono menuju Pusat Perguruan

Saat Ujian DAN yang berlangsung di DOJO PUSAT, Jl. Panglima Sudirman No.10 BATU, tahun 1993.



Untuk kritik dan saran:
HUBUNGI REDAKSI

Hak Cipta 2005 kyokushin.or.id. Kedua logo perguruan terdaftar pada HAKI No.J00-01-19127 dan HAKI No.J00-01-19128. Dikelola oleh Andreas Laratsemi, dan didukung langsung oleh Pimpinan Pusat Perguruan. Tampilan terbaik pada resolusi 1024 x 768.