Member of Federasi Olah Raga Karate-Do Indonesia
SINCE 1967
MEDIA CETAK :

MENU
Silahkan klik pada tombol menu yang diinginkan:

curriculum
organization
forki
karate coach
event
black belt
merchandise
article
article
pesan perguruan









Basic (KIHON) pada saat ujian kwartal di DKI 2004







Kirimkan berita, pengumuman dan acara yang akan dan telah berlangsung di daerah anda ke email redaksi.

SUARA SHIHAN

EVERYONE IS A MOON

Mark Twain, nama samaran dari Samuel Langhorne Clemens ( 1835 - 1910 ) adalah seorang humoris tersohor dan penulis Amerika. Beberapa bukunya dikenal hingga kini. Tulisannya sering mengisahkan perjuangan hidup sesuai keadaan waktu itu berdasarkan apa yang dialami dan dirasa masa kecilnya. Beberapa tulisannya yang terkenal antara lain : Huckleberry Finn dan Tom Sawyer dan banyak lagi. Semua ini tidak lepas dari pengalaman dahsyatnya, seperti perang sipil (Perang Perbudakan) dan dalam masa pemerintahan Presiden Abraham Lincoln sarta keganasan Wild West saat itu.

Dalam gaya humor yang terkenal, pernah berkata melalui ungkapan yang berisikan sindiran halus tapi mengena setiap bathin manusia; yaitu : `Everyone is a moon and has a dark side he never show`. Tiap orang itu seperti bulan yang memiliki sisi gelap yang tidak pernah ditampilkan.

Menurut keyakinannya dengan ungkapan humor tapi mempunyai arti yang dalam itu; bahwa setiap manusia selalu ada cacadnya, sisi hitam yang disembunyikan rapat rapat sehingga tidak tampak dari sisi kehidupan sehari hari. Memang kenyataan ini benar. Manusia sangat pandai berpura pura bahkan berkedok topeng yang sering justru berlawanan dengan keadaan bathin sebenarnya. Hatinya serigala, topeng yang dikenakan adalah kepala domba yang wajahnya imut imut `innocent`- seolah olah tak berdosa. Penampilannya digayakan bahwa dirinya paling bersih tanpa noda, tetapi dibalik itu semua tersembunyi sisi gelap dan bopeng yang merupakan rahasia pribadi tadi dalam kemasan yang tidak mudah diketahui pihak lain.

Tidak ada seorang manusiapun sepenuhnya sempurna. Kehidupan yang terlihat putih bersihpun pasti ada titik gelap yang tersembunyi. Rahasia hidup yang mungkin dibawanya hingga ke liang kubur. Kesalahan, kelemahan, kekhilafan bagi makhluk utama ciptaanNYA ini wajar dan manusiawi, asal tetap terkendali dan tidak dengan sengaja makin diperbesar dan diperlebar noda nodanya karena hati serigala yang berwajah domba tadi. Sangat arogan dan munafik dihadapanNYA kalau ada orang yang berani berkata dan menampilkan diri seolah olah dia adalah manusia tanpa noda, tanpa dosa apalagi menganggap dirinya paling suci tanpa sedikitpun ada sisi gelap yang pernah diperbuatnya.

Mustahil, walau dari luar terlihat putih bersih laksana salju, manusia itu tetap sudah terlanjur berlangganan untuk melakukan kesalahan, dosa dosa ringan dan kecil. Sisi gelap tetap merupakan hal nyata yang sulit untuk diingkari. Sebagai seorang karateka sejati, setelah mengalami gemblengan mental phisik yang tidak ringan, kita harus berusaha keras untuk selalu bersikap ` jujur pada diri sendiri`, tidak munafik dan memasang kedok kepalsuan. Jujur pada diri sendiri adalah kejujuran yang tulen. Bukan kejujuran yang penuh kepura puraan dan penuh kebohongan. Kejujuran yang direkayasa.
Kita bisa berbohong pada banyak orang untuk jangka waktu yang lama, tetapi mustahil bisa membohongi diri sendiri sesaatpun dalam hidup ini. Jujur pada diri sendiri berarti jujur padaNYA.

Karenanya, dalam kehidupan yang sering tidak ada keadilan ini, bagi seorang yang berjiwa besar, maka; lebih baik dipenjarakan karena fitnah, berkemampuan lemah ( dalam kekuatan dibaliknya ) tanpa daya, harus rela menerima keputusan yang jauh dari rasa keadilan. Satu kenyataan, hampir semua masalah bisa diperjual belikan. Rahasia terbuka di Negara ini. Tetapi, dia telah jujur pada diri dan bathinnya sendiri; bahwa dia tidak melakukan apa yang dituduhkan padanya daripada menerima kebebasan dari hukuman tetapi dirinya tahu telah membohongi bathinnya sendiri dan masyarakat umum. Sebenarnya dia bersalah!

Banyak manusia merasa bangga karena dia terbebas bukan karena benar, tetapi karena kekuatan tidak bersih yang ada dibaliknya.
Sebagai contoh nyata ; Perguruan ini pernah mengalami munculnya seorang karateka yang ibaratnya ` manusia belum beradab ` dipersenjatai lengkap sehingga lupa dataratan. Diangkat dari kegelapan justru yang mengulurkan tangan hendak dibantainya. Lupa bahwa : Karateka itu seharusnya dijiwai ` Falsafah Bushido `. Tetapi, dibalik kedok keluhuran jiwa ini, tersembunyi kebuasan seekor serigala berwajah domba tadi yang seolah olah dirinya seorang Budo Karateka. Inilah satu kemunafikan yang jangan diperbuat oleh seorang karateka tulen yang seharusnya mengikuti jalan `Ksatria`. Pada kenyataannya; bahkan pribadi semacam inilah sebenarnya seorang yang perbuatan dan sepak terjangnya nyata nyata jauh dari inti pengertian , maksud dan tujuan yang terkandung dalam falsafah universal yang seharusnya dipegang teguh. Bahkan pantas disebut `Anti Bushido`, mencemari dan menyimpang dari falsafah yang seharusnya menjiwai segala perilakunya sebagai karateka.

Manusia semacam inilah kalau dalam istilah keagamaan dinamakan ~ Munafik ~ Hypocrite. Orang kuno, apabila melihat satu tindak tanduk penuh kepalsuan seseorang, tidak sesuai kata dan perbuatannya, sering berkata : `Mbok grayangono jitok e dewek`. Cobalah raba dulu tengkuknya sendiri. Satu umgkapan yang tepat! Karena itu manusia perlu bersikap rendah hati, menyadari kelemahan dan kekurangan yang ada pada dirinya dan terus menerus mawas diri serta mohon ampun padaNYA setiap saat hingga pada detik akhir nanti harus menghadap Penguasa Alam Semesta ini.

Sungguh sangat tidak layak, khususnya seorang karateka yang dibina jadi manusia perkasa dan ksatria penuh kejujuran, sabar, rendah hati, introspeksi, pengendalian diri yang kuat lalu berlaku penuh kepura puraan, bergaya dan membusungkan dada seolah olah dirinya seorang ` Budoka` dan memvonis dengan penilaian sepihak dan dangkal, bahwa orang lain tidak sejalan dengan falsafah karate; yaitu : Bushido.

Sandiwara seperti ini sebenarnya tidak perlu diberi kamuflase yang menambah rasa nek… (maaf)…..bagi orang yang mengetahui apa yang sebenarnya ada dibalik semuanya ini. Apalagi bagiNYA. Laksana bulan yang selalu menyembunyikan sisi gelapnya setiap kali tampil. Tapi, umum mengetahui, dibalik cahaya yang sejuk itu ada sisi gelap.

Jujurlah, setidaknya selalu mau introspeksi dan tampilkan gaya rendah hati serta selalu berusaha dengan sungguh merubah pribadi menjadi manusia terbuka, terutama pada diri sendiri. Jangan sampai terjadi sebaliknya; yaitu : dirinya menipu bathinnya sendiri. Siksaan yang akan terus melekat dalam hidupnya. Sudah pasti dengan perbuatan dan semangat yang baik, makin hari makin mengikis noda noda hitam yang ada pada dirinya menjadi makin bersih dan nyaris putih. Mungkin saja.

Manusia ( Karateka ) yang mau menyadari bahwa perbuatannya menyimpang, menyesali dan tidak mengulang lagi hal yang sama, serta tidak lagi melakukan hal buruk yang dahulu bahkan dibanggakan sebagi satu keberhasilan, pasti akan menjadi manusia rendah hati dengan semangat mulia.

Kita sebagai hasil utama ciptaanNYA, lemah dan tak berdaya ini selalu diberi kesempatan untuk mohon pengampunan. Seringan dan setulus hati orang tua kita yang menerima dan memaafkan segala perbuatan tidak layak anak anaknya asal tulus dilakukan denga rasa sesal dan tobat untuk tidak berbuat lagi hal yang sama. Apalagi lebih buruk! Banyak tokoh besar dan berhati mulia yang dahulunya menyembunyikan noda besar dibalik kehidupan nyatanya, menyadarinya, menyesalinya, memperbaikinya bahkan menebusnya dengan pengorbanan besar, akhirnya menjadi panutan dan bahkan dipuja dunia.

Laksana ungkapan Pujangga Chairil Anwar : Sekali berarti setelah itu mati.

Satu saat, pasti tiba waktunya kita harus meninggalkan ini semua.
Karena itu, selama masih ada hari hari dimana kita masih diberi kesempatan menghirup udara kehidupan, jangan memperbesar noda tersembunyi yang parnah ada. Justru menguranginya terus menerus.
Jangan pernah membusungkan dada sebagai ~ Manusia paling bersih tanpa noda ~
Selalu tundukkan kepala dan mohon selalu pengampunanNYA.
Satu cara hidup yang paling indah dan mulia.
Jalan jatidiri `Karateka Sejati` juga diharapkan mampu menembus kegelapan hidup menuju kehidupan lahir bathin penuh kejujuran. Jujur adalah salah satu unsur hidup utama.

(nardi tn - April 08 )

o0o

(nardi tn - des. 07)

Artikel Lainnya.....






Untuk kritik dan saran:
HUBUNGI REDAKSI

Kedua logo perguruan terdaftar pada HAKI No.J00-01-19127 dan HAKI No.J00-01-19128. Dikelola oleh Pengurus Pusat Perguruan, dan didukung langsung oleh Pimpinan Pusat Perguruan. Tampilan terbaik pada resolusi 1024 x 768.