Member of Federasi Olah Raga Karate-Do Indonesia
SINCE 1967
MEDIA CETAK :

MENU
Silahkan klik pada tombol menu yang diinginkan:

pesan perguruan
article
event
curriculum
organization
forki
karate coach
black belt
merchandise
guest book
forum































Basic (KIHON) pada saat ujian kwartal di DKI 2004




















































Kirimkan berita, pengumuman dan acara yang akan dan telah berlangsung di daerah anda ke email redaksi.











SUARA SHIHAN


CUPLIKAN OSHI SHINOBU KWARTAL III / 2005

TOP DOWN & BOTTOM UP

(Tulisan ini khusus secara tajam membedakan antara Landasan Dasar Pandangan hidup Bidang Bisnis – Perusahaan Besar,Ormas,Orpol dan Landasan Dasar Sebuah Perguruan Senibeladiri.Bukan besarannya,tetapi Falsafahnya,tanpa tendensi dan maksud lain. Apapun alasannya,penanganan sebuah Perguruan Seni Beladiri tidak bisa dilakukan dengan cara cara mengelola sebuah Perusahaan – Sebuah Ormas apalagi Sebuah Orpol.)

Berkali kali baik langsung maupun dalam pembicaraan dan pesan pesan serta tulisan saya katakan bahwa Struktur dan Mengelola sebuah Perguruan Seni Beladiri tidak sama dan jauh berbeda dengan cara cara kita menangani sebuah Bisnis Perusahaan baik kecil apalagi besar.Lebih lagi mendesain dan mengelola sebuah Ormas dan terutama lagi membentuk, memimpin dan menjalankan sebuah Orpol.

Sebuah Perguruan Seni Beladiri (Umpama: Perguruan ini) yang lahir 38 tahun lalu (1967 – 2005) mempunyai perbedaan nyata dengan prinsip dasar yang jauh berbeda dengan ketiga contoh diatas tadi, baik falsafah dan landasan dasarnya (Bisnis dan Politikpun mempunyai falsafah dan landasan dasar) maupun bentuk,sikap,pelaksanaan,cara kerja, kekuasaan dan wewenang yang dimilikinya.Ketiganya justru mempunyai landasan pemikiran yang sering justru bertolak belakang dengan prinsip prinsip dasar serta falsafah dan landasan dasar sebuah Perguruan Seni Beladiri yaitu Bushido yang Universal dan Adat Ketimuran yang halus. Membicarakan perbedaan besar yang terdapat diantaranya,tidak berarti kita mendiskreditkan atau ikut menghakimi apa yang sudah menjadi landasan dasar serta falsafah berbisnis dan berorganisasi politik.Semua ini hanyalah sebagai perbandingan nyata. Jamanl dan manusia sendiri yang akan bersikap menghadapinya dan kita hanya ingin menyampaikan apa adanya untuk menjawab pertanyaan;apanya yang berbeda?. Hal ini penting dan tidak bisa dicampur aduk begitu saja walau katakan : Dunia sudah demikian maju.Manusia dituntut untuk bisa menyesuaikan diri dengan semuanya ini baik berpikir maupun bertindak dan berbuat namun.prinsip prinsip dasar yang satu ini memiliki ciri tersendiri sepanjang masa selaras dengan kehidupan manusia.. Perguruan Seni Beladri dikelola secara TOP DOWN sedangkan kedua yang lain khususnya di era dimana harkat,martabat,kebebasan dan hak hak manusia makin dijunjung tinggi adalah BOTTOM UP. Ini bukan berarti sebuah Perguruan Seni Beladiri lalu dikelola dengan cara semau dan sekehendak Pimpinan apalagi dengan cara sewenang wenang.Justru sanksi moral serta norma norma yang ada didalamnya amat ketat memagari semua gerak langkah pelakunya.Dirinya dikontrol oleh dirinya sendiri disamping oleh para pengikutnya dan masyarakat luas.. Etika dan moral harus dijunjung tinggi.

Demikian juga dengan Ormas khususnya Orpol,kalau Pimpinan dipilih dan ditentukan oleh Grass Roots (akar rumput) untuk masa tertentu bukan berarti Anggota Partai boleh berbuat kasar serta anarkis dalam memilih Pimpinannya;umpamanya melalui pemaksaan dan kekerasan.Demokrasi memang perlu tetapi bukan demokrasi yang justru tidak menghargai hak dan martabat pihak lain.Demokarasi yang diharapkan adalah kekuasaan rakyat yang tujuannya untuk mensejahterakan rakyat itu sendiri serta mempunyai kekuasaan mengontrol serta mengawasi kerja para Pemimpinnya melalui perwakilannya.. Maka,sistim Bottom Up adalah cara untuk memperdayakan rakyat dialam kebebasan (kekuasaan pada rakyat) sampai timbul kata kata manis : Vox Populi Fox Dei (Suara Rakyat adalah Suara Tuhan) Demikian besar kekuasaan ada pada rakyat.Kenyataannya!.

Mengapa !.

Suatu Perguruan Seni Beladiri dan bukan sekedar sebuah Klub Kegiatan Beladiri yang mengajarkan Ketrampilan Beladiri bagi sekelompok orang tertentu untuk tujuan khusus tetapi Perguruan dalam pengertian yang benar mempunyai falsafah dan landasan dasar pandangan hidup yang langgeng (abadi).Falsafah dan Landasan Dasar Pandangan Hidup ini dimulai sejak lahirnya,yaitu baik yang tersurat maupun yang tersirat dalam Bushido yang universal dan Adat Ketimuran yang halus penuh sopan santun selama masa perjalanan hidupnya. Perguruan harus konsisten mempertahankan dan mengamalkan dengan grafik yang stabil dalam menyebarkan, membina,menanamkan, melaksanakan penggemblengan Phisik khususnya Mental Spiritual para warganya serta menjaga agar tetap terjadi kesinambungan dalam membentuk manusia yang sehat lahir bathin,berkepribadian,menghargai sesamanya,percaya diri serta berjiwa perkasa tetapi rendah hati.(Bhirawa Anoraga). Didalam falsafah ini samasekali tidak ada unsur unsur yang merupakan benih benih keangkaramurkaan,kekerasan dan keserakahan apalagi dasar dasar untuk menghimbun kekuasaan dan pengaruh untuk melindas sesamanya demi kepentingan pribadi dan kelompoknya.Justru sebaliknya.Adat ketimuran yang halus selalu menjunjung tinggi,menghargai dan menghormati yang lebih senior sebaliknya yang senior bisa menghargai yang yunior dan sesamanya mendominasi landasan dasar ini.Seni beladiri akarnya tumbuh dari Dunia Timur. Makna dasar dan intisari ini tidak boleh dan tidak akan berubah walau jaman terus bergulir mengalami pasang surut perubahan dan kemajuan tehnologi dimana rasa prikemanusia lebih berkembang secara univesal.Kemajuan tehnologi yang dinamis dan logika manusia yang menyebut dirinya sebagai manusia modern tidak selayaknya merobah apalagi mengacak acak sikap dasar ini karena memang sudah baku.Sesuatu yang abadi itu tadi (selama dunia masih berputar) berarti isi dan kandungannya merupakan barometer cara hidup yang layak dan baik,berkarakter dan berakhlak.Diamalkan sebagian saja sudah bermanfaat dan alangkah indahnya sekiranya landasan dasar dan falsafah ini dilaksanakan secara maksimal sehingga bermanfaat bagi sesamanya karena memancarkan cahaya yang bisa menjadi panutan pada kehidupan sekitar dan lingkungannya.Menjadi cermin bagi yang lain.

Agama adalah `Jalan Hidup Utama` bagi umat manusia.Tetapi falsafah karatepun bisa dijadikan semacam `Jalan Hidup` asal benar benar didalami dan diamalkan dengan konsisten segala intisari ajarannya.. Lebih baik sebagai manusia sederhana dan rendah hati melaksanakan jalan hidup yang baik dan terpuji melalui `Falsafah Karate` daripada beragama tetapi hanya sebagai kedok dengan melakukan perbuatan yang justru bertentangan dengan kehendakNYA.Bersembunyi dibalik kebesaran Tuhan Allah. Falsafah karate apabila dijalankan dengan sungguh sungguh pasti juga membuat Tuhan Allah tersenyum.Paling utama dalam hidup ini adalah menjaga hubungan vertikal kepada Yang Maha Kuasa dan menjalin hubungan horizontal dengan sesamanya sesuai kehandakNYA.

Kalau ada tindakan dan perbuatan yang menyimpang diluar landasan dan falsafah yang baku ini, maka pasti hal ini dikarenakan perbuatan orang perorangan tertentu atau kelompok yang memang secara sengaja lari dan menyimpang serta meninggalkan jalur Landasan Hidup yang baik tadi. Tidak beda dengan Sekte – Sekte dalam Keagamaan yang sering justru melakukan perbuatan dan tindakan yang bertentangan dengan norma norma hidup layak dan biasanya didirikan oleh mereka yang justru mencemari,mengingkari,menginjak injak dan membunuh karakter kesucian dan kemurnian ajaran agama dan kemuliaanNYA..
Agama dipakai sebagai kedok belaka.

Jadi, Perguruan Seni Beladiri yang makna dan tujuannya adalah Pembinaan Manusia Sehat Lahir Batin dan bukan hanya satu kegiatan yang berwawasan sempit sekedar untuk mencapai prestasi olah raga saja atau suatu kegiatan melalui teori dan praktek beladiri yang mengutamakan ketrampilan phisik dan tehnik demi tujuan khusus secara instant, landasan dasar serta falsafah hidupnya adalah baku dan abadi.Dahulu,sekarang dan masa jauh kedepan.

Semua kegiatan pembinaan,penggemblengan yang tertuju kepada pembentukan mental spiritual khususnya disamping ketrampilan phisik dan pengembangannya walau harus melalui lorong lorong sempit dan sulit di jaman yang tidak mudah ini untuk berkelit menghindar dari situasi dan kondisi yang terus berubah ubah, tetap harus berlandaskan falsafah dasar tadi. Karenanya, baik atas dasar logika maupun etika berorganisasi tidak sejalan apalagi sama dengan Usaha Bisnis (Perusahaan),Ormas terutama Orpol yang Bottom Up tadi. Bisnis (Perusahaan Besar),Ormas khususnya Orpol yang menang adalah yang mayoritas. Perguruan Seni Beladiri tidak ada sistim minoritas dan mayoritas.Yang ada ialah :Taat dan loyal kepada falsafah dan landasan hidup yang baku tadi.

Karena Perguruan yang benar bukanlah sebuah Organisasi yang haus kekuasaan,keserakahan dan segala sesuatu yang bisa berakibat membahayakan lingkungannya sehingga perlu dikontrol dengan ketat laksana Para Pimpinan Perusahaan atau Pimpinan Ormas,Orpol yang didalam landasan dasar dan pandangan hidupnmya terdapat lobang lobang untuk disalah gunakan demi kepentingan pribadi dan kelompoknya. Falsafah dan pandangan hidup Perguruan Seni Belasdiri yang menjadi landasan dasar kehidupannya harus dipegang teguh seorang Pimpinan Perguruan dan Organnya dengan kokoh dan tidak tergoyahkan serta konsekuen.Tidak ada hal hal yang membahayakan pihak lain baik internal maupun kepada masyarakat luas. Didalam falsafah karate umpamanya,tidak ada factor yang membenarkan perebutan kedudukan dan kekuasaan demi ambisi seseorang atau kelompok.Justru merupakan larangan dan dianggap hal yang nista apabila ini dilakukan. (Bushido). Pimpinan harus tulus dan ikhlas dengan tugas tugas pengabdiannya.Tidak rakus.Tidak haus kekuasaan.Semuanya demi mempertahankan persatuan dan kesatuan didalam keluartga besar Perguruan.Integritas,identitas dan kwalitas khususnya yang menyangkut diri manusia yang sehat lahir bathin diusahakan terus menerus tanpa henti.Pikirannya harus benar benar bersih dari perbuatan perbuatan yang menyimpang dari moral dan etika manusia berbudaya.dan berakhlak.Layak jadi panutan dan terkonsentrasi hanya untuk cita cita Perguruan yang dibimbingnya. Tidak yakin lagi pada pimpinan dan segala sepak terjang serta ajarannya,baik warga maupun organ pendamping utamanya.Tidak terjadi titik temu dan sulit disatukan,maka dengan ikhlas seharusnya seseorang meninggalkan jalan yang dahulu diyakini ini.Dengan damai dan etika tinggi.Inilah jalan `kesatria`.Inilah jiwa ksatria yang terdapat disalah satu ajaran `Bushido`. Jiwa besar seorang karateka.Budo Karate. Jangan karena kurang puas yang mungkin karena dikuasai kuatnya ego sentriisme dan sifat egoistis dirinya lalu seseorang mengobok obok sesuatu yang sudah tertata dengan baik disertai wawasan luas dan pandangan jauh kedepan.Apalagi didorong nafsu untuk menjatuhkan dan merebut kedudukan.Ini semua sama sekali tidak etis dan bertentangan dengan inti dasar falsafah Bushido khususnya etika dan adat ketimuran dimana Seni Perkasa ini lahir.Adat ketimuran berusaha selalu menjunjung tinggi,menghormati dan menghargai yang tua atau dituakan.

Ada kisah perumpamaan sederhana yang sejak lahirnya Perguruan saya ceritakan kepada senior dan warga sebagai berikut :

Beberapa pribadi tanpa paksaan saya ajak bersama sama mendaki sebuah gunung yang tinggi dan terjal serta sulit.Semua ini kita lakukan dengan ikhlas dan kesadaran penuh tanggung jawab untuk bisa mencapai puncak dan akan menimbulkan rasa kebanggaan bersama. Kalau ditengah jalan ternyata ada seorang atau sebagian dari kelompok ini melemah keyakinan dan semagatnya dan ingin membatalkan niatnya yang penuh tantangan ini,maka dengan segala hormat dan penuh pengertian akan saya perkenankan dan bisa mengundurkan diri secara baik baik. Tetapi,peserta ini jangan sampai melakukan tindakan atau perbuatan yang mengganggu, menghalang halangi,mengajak rekan rekan lain yang masih bersemangat dengan cara intimidasi dan paksaan apalagi mencelakai agar gagal melanjutkan pendakian. Apabila hal ini terjadi maka saya akan bertindak dan meminta si pelaku untuk keluar dari rombongan segera,apabila perlu dengan paksaan. Inilah makna sebagian falsafah Bushido yang harus dipegang secara konsekuen.

Semua ini sangat berbeda dengan falsafah atau landasan dasar pemikiran dalam berbisnis (Memimpin Perusahaan – Pedagang) , Landasan Pemikiran sebuah Ormas,terutama Orpol. Walau diperhalus bagaimanapun,inti dasarnya tetap tak berubah dan sama;yaitu : Dalam bisnis (dagang) `Profit making dan profit taking` .Dalam Ormas khususnya Orpol : `Kedudukan dan Kekuasaan serta Pengaruh` merupakan satu kesatuan yang tak terpisahkan yang akan diurakain dengan contoh dibawah ini.

Pada Bisnis,tidak berlebihan kalau dasar pemikiran ini menjiwai si pelaku. Sering terjadi,pemikiran dasar ini menjadikan si pelaku berbuat apa saja agar bisnisnya tetap berjalan dan memberikan keuntungan sebesar besarnya dan sering tanpa mengindahkan norma norma yang ada dan juga kurang peka / tidak menghiraukan pihak lain yang tercekik dan mati mengenaskan akibat tindakan dan perbuatannya. Tidak semuanya,tetapi bagian terbesar melakukan hal yang demikian itu.Sudah merupakan spirit yang dimilki bagi mereka yang berjiwa dagang.Makin besar si Pengusaha.hiiii ! makin panjang taring taring penghisap darah.Saya tidak bicara sembarangan.Faktanya memang demikian.Sekali lagi,sebagian besar.Ini adalah landasan perjuangannya kalau tidak ingin terlindas yang lain.Karena persaingan yang berat dan ketat. Betapapun segala rambu rambu dan peraturan dibuat,tetap lobang lobang bisa dilalui mereka yang lihay karena keakhlian ini memang harus dimiliki untuk bisa mencapai cita citanya.Sering seorang boss harus bermuka manis dan lembut tetapi jauh dari sikap lahirnya itu,ada kekuatan didalam hati yang tidak peduli akan apa yang akan terjadi yang menimpa sesamanya.Kalau bisa akan melindas dan mematikan pesaingnya dan bahkan terhadap rakyat kecilpun sering kurang peduli Pedangan harus berjiwa dagang atau akan terpuruk dalam persaingan yang mematikan. Semua ini kita kenal sebagai : Persaingan tidak sehat.Yang besar dan perkasa melindas dengan berbagai cara yang lemah dan tidak berdaya. Terjadilah dalam persaingan bebas ini usaha saling membantai by all cost.

Contoh di negeri kita sendiri pada puluhan tahun lalu dimana Belanda masih bercokol dan berkuasa di Tanah Air.Ini sekedar untuk menunjukkan jiwa pengusaha.Bukan untuk ikut menilai secara pribadi karena semua ini sudah menjadi landasan dasar seorang Pengusaha.Sekarangpun,dimanapun di dunmia ini cara cara demikian ini tetap berlangsung bahkan mungkin lebih hebat walau dengan sistim dan metode yang lebih intelek,licin dan terselubung.

Beberapa puluh tahun lalu Firma `` X `` merajai perdagangan khususnya hasil bumi (polowijo) di Tanah Air waktu itu walau usaha lainpun dijalankan meluas ke berbagai Negara Tetangga khususnya. Dengan dana yang kuat dan hubungan yang luas ( Perusahaan ini bertaraf Internasional),maka bisnis ini mampu mencapai keuntungan besar walau sebenarnya dilakukan melalui perbuatan dan cara cara yang kurang manusiawi.Di bidang bisnis apa artinya `manusiawi` .Yaitu : Manusia yang hanya memikirkan duniawi!.Yang penting,keuntungan sebesar besarnya sesuai dasar dan landasan pemikiran dalam berbisnis.Inilah dagang.Landasan permikiran memang mencari keuntungan sebesar besarnya tadi Tujuan menghalalkan segala cara !.Andaikan tidak terjadi perubahan jaman dan pengetatan peraturan,maka metode dibawah ini tetap akan berjalan dengan bebas mungkin makin menjadi jadi..
(contoh ini saya sampaikan karena kakek dan ayah saya masih merasakan sebagai pedagang kecil saat itu yang terkena dampaknya).

Mengapa demikian.

Saat Panen Raya jagung umpamanya.Bahan polowijo yang termasuk vital bagi rakyat kebanyakan.Melalui dananya yang kuat, perusahaan ini membeli semua produk para petani yang ada dan akhirnya sebagian besar hasil panen jagung dikuasainya diseluruh pelosok Tanah Air melalui pos dan agennya.Pedagang kecil tidak mungkin bisa melawan hegemoni Perusahaan berkapital besar ini dalam persaingan membeli hasil produksi para petani.Petani membutuhkan dana segar dengan segera untuk kehidupannya sehari hari.

Stok yang besar ini ditimbun dan apabila banyak pengusaha kecil yang masih memilki stok jagung dan bertahan,maka dikucurkannya sebagian hasil timbunannya.Harga di pasaran turun karena jagung melimpah.Pedagang kecil tidak tahan mengalami hal ini karena terus merugi.

Pada saat itu sisa yang berada bebas di pasaran ini diborongnya lagi hingga jagung kosong. Jagung kosong,permintaan dan kebutuhan banyak pasti harga bergerak naik (Hukum Ekonomi). Sementara jagung yang ditimbun ditahan dan dibiarkan tidak beredar diluaran.Karena memang bermodal besar maka perputaran uang tetap bisa berjalan dan bertahan. Segera harga jagung dipasaran makin melambung dengan cepat. Apabila harga dipasaran sudah sangat menguntungkan,maka stok jagung pelahan lahan dilepas dengan cerdik untuk menjaga harga pada tingkat yang dikehendaki.
Keuntungan besar diperolehnya.Yang besar makin besar,yang kecil hanya bisa menengadah ke langit menunggu tetesan embun pagi. Ini hanya contoh kecil yang tetap terjadi hingga kini walau dengan cara cara yang lebih halus karena dipagari berbagai koridor dan peraturan dengan sanksi sanksinya yang berat demi untuk mencegah hal hal yang kurang manusiawi ini terjadi.Nyatanya, dimanapun di dunia ini hal seperti kejadian yang dilakukan Firma `` X `` tetap berlangsung karena memang sudah menjadi jalan hidup dan semangat utama dalam berbisnis.Makin raksasa makin rakus dan makin lihay dalam segala gerak langkahnya.U.U. dengan segala peraturannya dibuat,dilakukan pengetatan dan pengawasan, tetapi tetap sebagian besar bisa menerobosnya melalui pat gulipat.Sekali lagi,bukan bisnisnya yang menjadi focus,tetapi cara cara akibat landasan dasar hidupnya. Inilah `BISNIS`.Roda perusahaan. Seorang Pengusaha Besar harus orang yang cakap,lihay dan cekatan melihat situasi.Bukan ini saja.Perlu juga memiliki sebuah `Hati Beku`. Hampir nol rasa welas asihnya, percaya?. Malahan sering tidak perduli akan alam sekitarnya.Harus bisa diterima kenyataan ini. Dalam dunia dagang hal seperti ini dianggap wajar wajar saja,seperti dalam tinju memukul K.O. lawan. SURVIVAL OF THE FITTEST. ( YANG KUAT YANG TETAP BERTAHAN )
Kalau ada yang lurus dan wajar wajar , jumlahnya tentu tidak sebanding dengan mereka yang berpedoman dan berkata : `Persetan itu semua,yang penting keuntungan besar.Norma dan etika itu masalah kedua`.Sedangkan Perguruan mengutamakan norma norma dan etika!.
Mereka bisa sangat perkasa karena didukung Kedudukan,Kekuasaan,Pengaruh dan modal besar dibaliknya.
Contoh ada didepan mata kita setiap hari.

Dalam bidang Ormas & Orpol yang hampir memiliki persamaan antar keduanya. Tujuan membentuk Orpol yang utama adalah : Mencari Kedudukan,Kekuasaan dan Pengaruh (katanya : Demi memperjuangkan nasib bangsanya ataukah diri dan kelompoknya sendiri!). Kita sadari dan maklumi,tanpa kedudukan,kekuasaan,pengaruh serta kekuatan dana dibalik perjuangannya, maka sebuah Orpol akan ompong dan boleh dikata tidak bisa berbuat apa apa dan tidak mudah untuk berkembang.Uang termasuk unsur yang penting untuk segala operasinya. Contoh nyata saat pergolakan perebutan kekuasaan dari Orla ke Orba betapa hebatnya segala intrik dan keberingasan muncul sehingga segala rasa hormat dan kesopanan serta kemanusiaan yang harusnya dijunjung tinggi,justru dinjak injak hanya demi Kedudukan,Kekuasaan dan Pengaruh.Dengan cara dan jalan apapun.Tujuan menghalalkan cara!. Bagaimana Bapak Bangsa dan Pendiri Negara R.I. ini diperlakukan secara biadap betapapun sebagai manusia tidak akan lepas dasri kekurangan dan kesalahan.Sungguh menyakitkan. Sedangkan Perguruan untuk mencapai tujuannya dibatasi oleh norma dan kaidah serta falsafah baku;yaitu :Bushido yang Universal yang didalamnya terdapai hal hal yang erat kaitannya dengan rasa hormat dan sopan santun.Sekali lagi,bukan nilai nilai kebesaran bentuk dan tujuannya,tetapi perbedaan landasan dasar dan falsafahnya yang sangat bertolak belakang. Kalau yang dinilai besarannya,maka baik Bisnis Besar,Orpol khususnya tidak bisa dibandingkan dengan sebuah Perguruan Seni Beladiri yang lemah dan hanya setitik debu dalam kancah kenegaraan.Yang diperbandingkan adalah : Landasan dan Falsafah hidupnya dimana sering terjadi sebuah Perguruan Seni Beladiri mengadopsi cara cara kedua institusi itu beroperasi.Ini yang kurang tepat!. Dalam Orpol sering terlihat nyata : Satu perbuatan untuk rakyat dan pendukungnya…..ah…itu nanti saja. Kata seorang bekas Pejabat Tinggi; sekali duduk di singgasana kekuasaan…terpampanglah gelimang kekayaan yang bisa diraup dengan mudah.Keinginan yang melambung tinggi untuk mencicipinya sering tak tertahan sehingga akhirnya terperosok dalam lembah korupsi (Koruptor).Kata seorang penulis terkenal : Kekuasaan mengarah ke korupsi!.
Ini semua,akibat perkasanya Kedudukan,Kekuasaan,Pengaruh dan Dukungan Dana yang besar.Hampir semua bisa dibeli dan dikuasai.. Semangat dan Falsafah baik Pedagang ,Partai Politik yang utama ini terjadi dimana mana di dunia ini.Perbedan hanya pada cara dan koridor yang menghambatnya.Tapi dasarnya sama.
Kalau ada Politisi dan Pejabat yang berpengaruh dan berkuasa tidak melakukan korupsi dalam bidang dan lingkungan kekuasaannya,maka merupakan kekecualian,suatu keterkejutan dan keanehan.Mungkin lupa untuk melakukan atau memang dasar imannya yang kuat.
Layak kita syukuri pribadi yang demikian ini. Perilaku Pedagang, Politik dan Politikus terus berubah dan berkembang sesuai dengan keadaan jaman.Berusaha selalu mendahului kelihaian Aparat Negara dan Rakyat yang mengawasinya.
Siapa berpengaruh dan memiliki kekuasaan,dia bisa mengatur segalanya.Bahkan kehidupan kita sehari hari. Kedua landasan dasar serta terkumpulnya power yang selalu menjadi tujuan utama yang ada pada cara Berbisnis dan Berorganisasi Politik ini merupakan perbedaan yang sangat mencolok dan amat fundamental dengan gerak langkah sebuah Perguruan Seni Beladiri dalam pengorganisasiannya,bukan dalam besarannya,saya ulangi,tapi dalam prinsip prinsip dan falsafah hidupnya.
Terjadilah kekuasaan yang dibentuk dari bawah keatas.Dalam Perusahaan Besar ada RUPPS.Dalam alam Demokrasi (Kekuasaasn Rakyat.) ada Konggres atau apa namanya untuk memilih Pimpinan. Mempergunakan sistim :BOTTOM UP.Dari bawah meruncing keatas.(nardi tn). Ini semua,terutama bertujuan agar kekuasaan dan wewenang ada batasnya serta menyesuaikan dengan keadaan dunia yang terus berkembang. Pada Perguruan Seni Beladiri yang perjuangannya stabil,yaitu menjalankan landasan hidup dan falsafahnya yang langgeng dan konsisten perlukah ada sistim Bottom Up atau malahan akan menimbulkan ` Like and dislike` seperti pada Orpol. Falsafah dan landasan jalan hidup Perguruan Seni Beladiri tetap sama;dahulu,kini dan masa datang selalu bertujuan baik dengan batasan yang jelas dan tidak plin plan..
Semua landasan dasar dan falsaf hidup ini perlu dipertahankan semurni murninya. Seorang Pimpinan Perguruan bukan seorang `Boss`.Tidak mempunyai kekuasaan (Power). Seorang Pimpinan Perguruan adalah seorang yang hanya memimpin berdasarkan kekuatan moral dan dukungan yang tulus ikhlas serta loyal dari para pengikutnya.Layak jadi panutan.
Tidak mermiliki kekuatan dan kekuasaan untuk menjatuhkan pihak lain….dan lagi untuk apa semua itu karena tujuannya bukan kekuatan materi tetapi membina manusia sehat lahir bathin dan berguna bagi diri yang dibina,berguna bagi sesama,bukan untuk keuntungan pribadinya.
Akibat salah jalan,sebuah Perguruan Seni Beladiri (Karate) dikelola dengan cara mengelola sebuah Perusahaan atau sebuah Ormas dan lebih dahsyat lagi merncontoh gaya kepengurusan Orpol.Intrik dan isyu serta cara cara intimidasi mendominasi sendi sendinya.

Dalam berpolitik ada pemeo : Pagi kedele sore tempe.Pagi teman sore lawan. Dalam `Bushido` diutamakan sikap dan sifat Ksatria.Bisa diuraikan sendiri pengertian kata `Ksatria` oleh masing masing. Perlu kita sadari juga.Sebuah Perguruan Karate Anggota Federasi Olah Raga Karate Do Indonesia selayaknya memberikan dukungan pada Program Program Induk Organisasi ini karena adanya Federasi juga karena eksistensi Perguruan didalamnya,tetapi sebuah Perguruan Karate yang bertanggung jawab jangan hanya sepenuhnya (full power) mendukung Program FORKI yang mempunyai perbedaan fundamental dengan landasan dasar dan tujuan Perguruan.
Forki sudah selayaknya petimbangan utamanya adalah `demi prestasi Olah Raga Karate untuk kepentingan Nasional` khususnya di forum prestasi Regional dan Internasional.Sedangkan Perguruan Karate,sebagai alat pembinaan seharusnya lebih menentingkan pembentukan manusia seutuhnya.Sehat lahir bathin. Berikan dan dedikasikan pada Negara melalui FORKI yang menjadi haknya yaitu karateka karateka yang berprestasi Olah Raga yang dimilki Perguruan tetapi tujuan yang utma dan penting sebuah Perguruan adalah membina bagian terbesar warganya untuk maksud yang lebih tinggi dan bukan sekedar prestasi Olah Raga; yaitu: Membentuk manusia seutuhnya yang berakhlak dan berkepribadian.
Sumbangkan sebagian (kecil) Karateka yang berprestasi Olah Raga Karate kepada Federasi untuk kebanggaan Bangsa dan Negara dalam Bidang Olah Raga (Pertandingan) di forum Internasional.Bukan seluruh upaya hanya dikonsentrasikan demi Prestasi Olah Raga Karate belaka sehingga pembinaan mental spiritual diterlantarkan.
Perguruan Seni Beladiri tetap harus konsisten pada tugas dan pandangan hidup dalam membina para warganya. Kapanpun.
(nardi tn)

Cuplikan Lainnya.....
Suasana jiyu kumite pada Ujian DAN yang berlangsung tanggal 6-7 Mei 2005 kemarin di DOJO PUSAT, Batu - Malang.


Delegasi Perguruan Pembinaan Mental Karate Kyokushinkai pada Rakernas FORKI Feb 2013 di BATAM


Saat Ujian DAN yang berlangsung di DOJO PUSAT, Jl. Panglima Sudirman No.10 BATU, tahun 1993.


Para peserta ujian DAN II ke DAN III dan DAN III ke DAN IV pada saat perayaan HUT Perguruan tanggal 22-23 Mei 2005 setelah menempuh Ujian.












Untuk kritik dan saran:
HUBUNGI REDAKSI

Kedua logo perguruan terdaftar pada HAKI No.J00-01-19127 dan HAKI No.J00-01-19128. Dikelola oleh Pengurus Pusat Perguruan, dan didukung langsung oleh Pimpinan Pusat Perguruan. Tampilan terbaik pada resolusi 1024 x 768.